Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Puluhan Lapak PKL di Parkiran Masjid Atta'awun Puncak Bogor Dibongkar

Puluhan Lapak PKL di Parkiran Masjid Atta'awun Puncak Bogor Dibongkar
Puluhan Lapak PKL di Parkiran Masjid Atta'awun Puncak Bogor Dibongkar

Penulis: Dadan Hardian

TVRINews, Bogor

Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan warung yang berjualan di halaman parkir Masjid Atta'awun, Puncak-Cisarua Bogor dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (22/6/2021).

Pembongkaran dilakukan setelah adanya laporan dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Atta’awun terhadap keberadaan pedagang yang dinilai mengganggu.

Meski sempat ada penghadangan oleh para pedagang saat petugas Satpol PP sedang
membongkar. Puluhan lapak terbuat dari  baja ringan itu rata dengan tanah menggunakan alat berat. 

Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cisarua, Effendi mengatakan, penertiban kios-kios itu dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor karena berada di lahan seharusnya menjadi tempat parkir, dan keberadaan lapak  mengganggu warga yang akan melaksanakan ibadah di masjid.

“Surat sudah dua kali kami layangkan
kepada pedagang di lahan parkir Masjid Atta’awun ini,” ungkap Effendi, Selasa (22/6/2021).

“Lokasi Masjid Atta’Awun menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19,” kata Effendi di hadapan puluhan pedagang.

Effendi mengungkapkan, dalam pembongkaran ini, Satpol PP hanya membongkar 61 lapak pedagang berada di lahan parkir dan tidak terdata DKM Atta’awun.

"Pedagang yang terdata DKM Atta’awun tidak dibongkar karena sesuai peruntukan. Jadi warga yang ke masjid tidak usah kuatir, masih ada pedagang yang berjualan,” paparnya.

Effendi menyatakan pemerintah akan memikirkan nasib para pedagang yang lapaknya dibongkar setelah masa pandemi Covid-19 berakhir.

Asep, salah seorang pedagang mengaku kecewa dengan penertiban ini. Menurut dia puluhan pedagang di lokasi itu tidak menggunakan jalan sebagai tempat jualan

“Saya jualan memang tempatnya ada, dan saya bayar,”aku Asep. 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.