Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Tahun 2022 Kementrian Koperasi UKM Menargertkan 20 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

Tahun 2022 Kementrian Koperasi UKM Menargertkan 20 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Republik Indonesia, targetkan 20 juta pelaku usaha mikro kecil menengah masuk ekosistem digital di tahun 2022.

Penulis : Doni Irwandy

TVRINews, Sumedang

 

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Republik Indonesia, targetkan 20 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masuk ekosistem digital di tahun 2022. Hal itu salah satunya untuk menggenjot pemasaran ditengah Pandemi Covid-19.

Sekretaris Kemenkop UMKM Arif Rahman Hakim mengungkapkan, saat ini yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo terkait Koperasi dan UMKM yakni dalam pemanfaatan teknologi digital dalam usahanya. Melalui teknologi digital, dapat meningkatkan penjualan produk atau jasa karena pemasaran terbantu melalui pemasaran digital di tengah pandemi Covid-19.

Kementrian Koperasi dan UMKM targetkan 20 juta pelaku UMKM masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2022. Kemenkop mencatat di tahun 2021 sebanyak 16,7 juta pelaku UMKM masuk ekosistem digital.

"Target di tahun ini 20 juta dan di tahun 2024 ditargetkan ada 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital," kata Arif usai mengikuti kegiatan penandatanganan MoU bersama Universitas Koperasi Indonesia di Gedung Graha Suhardani - Kampus Universitas Koperasi Indonesia, Jatinangor, Sumedang, Kamis (3/2/2022).

Arif juga menyampaikan, pemanfaatan teknologi digital tidak sebatas hanya untuk pemasaran, namun juga dapat diaplikasikan dalam berbagai kebutuhan dalam usaha di era digital saat ini.

"Penggunaan teknologi ini juga tidak terbatas pemasaran tapi juga menyangkut produksi, keuangan, back office, ini juga jadi perhatian kami, terutama untuk usaha kecil ini kita buatkan aplikasi-aplikasi untuk laporan keuangan yang mudah," jelasnya.

Ditanya terkait stratregi pemerintah untuk perkembangan UMKM dan koperasi di tengah pandemi Covid-19, Arif mengatakan, untuk para pelaku UMKM, pemerintah memberikan bantuan langsung dalam meningkatkan permodalan.

Sedangkangkan khusus untuk koperasi, tutur Arif, dibantu melalui pendekatan bisnis,  pemerintah telah memberikan pembiayaan murah melalui LPDP  (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) koperasi.

"Kita punya LPDP 100% pembiayaan permodalannya diperuntukan untuk koperasi dengan bunga murah sebesar 3%," katanya.

Arif juga menyampaikan strategi dalam upaya kemajuan koperasi dilakukan peningkatan kapasitas SDM koperasi.

"Koperasi akan dibuat standarisasinya, dibuat regulasinya dimana untuk menjadi pejabat di koperasi harus memiliki kemampuan tertentu," terangnya.

*Kemenkop UKM Kerjasama dengab Univeristas Koperasi Indonesia Dalam Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman mengatakan kerjasama yang dilakukan bersama Universitas Koperasi Indonesia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Koperasi dan UKM dalam hal kajian dan penelitian terkait perkoperasian.

"Terutama kaitannya  kita ingin mempererat menggunakan kajian-kajian dengan kalangan perguruan tinggi untuk kami gunakan dalam perumusan kebijakan," terang Arif.

Arif menjelaskan dalam rangka modernisasi koperasi telah diterbitkan Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Koperasi dengan model multi pihak. Dimana Kebutuhan ke depan untuk perkoperasian dan UMKM perlu penyusunan beragam aturan.

"Untuk penguatan kelembagaan koperasi, pengawasan, dan penegakan hukum, Setelah ditetapkannya RUU Perkopersian menjadi UU, perlu disusun, Peraturan Pemerintah yang mengatur antara lain mengenai kelembagaan koperasi, perizinan usaha, pengawasan, pelaksanaan prinsip Syariah, Peraturan Menteri tentang Basis Data Tunggal Koperasi dan UMKM dan Peraturan Menteri tentang Basis Data Tunggal Koperasi dan UMKM," paparnya.

Setelah adanya kerjasama, Ia pun berharap Universitas Koperasi Indonesia dapat berkontribusi dalam Peningkatan literasi mengenai perkoperasian kepada Pegawai Kementerian, Dinas, dan  masyarakat.

"Memberikan masukan atas RUU Perkoperasi dan Peraturan Pemerintah yang akan disusun Menghasilkan kajian/rekomendasi kebijakan untuk pembaharuan perkoperasian," terangnya.

Penandatangan kerjasama antara Kemenkop UKM dengan Universitas Koperasi Indonesia di Gedung Graha Suhardani, Kampus Universitas Koperasi Indonesia, Jatinangor, Sumedang, Kamis (3/2/2022). 

Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Koperasi indonesia Sugianto menyambut baik atas kerjasama yang dilakukan dengan Kemenkop UKM. Hal itu tentunya dapat mengembangkan lingkungan kampus  dari sebelumnya Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) menjadi Universitas Koperasi Indonesia.

"Univeritas Koperasi Indonesia yang konsisten bergerak dibidang pengembangan perkoperasian dan Usaha Kecil dan Menengah tentu sangat menyambut baik dengan terjalinnya kerjasama antara Kementrian Koperasi dan UMKM sebagai awal yang baik," pungkasnya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.