Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Sudah Dua Tahun Pelajar SMP Negeri Belajar Tanpa Memiliki Gedung Sekolah

Sudah Dua Tahun Pelajar SMP Negeri Belajar Tanpa Memiliki Gedung Sekolah
Sudah Dua Tahun Pelajar SMP Negeri Belajar Tanpa Memiliki Gedung Sekolah

Penulis:bHary S

TVRINews, Mojokerto

Ratusan siswa SMP Negeri 2 Puri Kabupaten Mojokerto, terpaksa numpang belajar di SD Negeri Brayung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto lantaran tak memiliki gedung sekolah.

Pembangunan gedung sekolah tertunda imbas dari refocusing atau pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sejak 2020.

Sudah dua tahun ini ratusan siswa SMP Negeri 2 Puri Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto terpaksa menumpang belajar di sekolah lain. Bahkan sejak sebulan terakhir, saat kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diberlakukan, ratusan siswa harus bergantian dengan siswa lain satu sekolah dan siswa Sekolah Dasar Brayung yang memiliki gedung tetap.

Jika siswa SD Negeri Brayung masuk pagi, siswa SMP Negeri 2 Puri masuk siang dengan dua sesi, sehingga PTM bisa sampai sore  Sebanyak 191 siswa yang terdiri dari kelas VII dan VIII terpaksa numpang sekolah karena tak memiliki gedung sekolah.

Lailatul Nafsiyah, salah satu siswa mengatakan, numpang belajar di gedung SD Negeri Brayung banyak suka dukanya, karena harus bergantian dengan siswa lain dan siswa Sekolah Dasar. Ia berharap proses pembangunan sekolah bisa segera selesai dan bisa ditempati.

Saat mendaftar juga tidak tahu jika sekolah tak memiliki gedung karena proses pendaftaran dilakukan secara online.

Pembangunan sekolah seharusnya dibangun 2020 lalu, terpaksa molor tahun ini. Saat ini proses pembangunan SMP Negeri 2 Puri masih berlangsung sekitar 50 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto Zainul Arif mengatakan, hingga sampai saat ini SMP Negeri 2 Puri memilik jumlah sebanyak 191 siswa. Para siswa-siswi ini diperoleh sejak dibuka PPDB pada awal 2020.
Pihaknya berani membuka PPDB online karena anggaran telah disetujui sejak awal 2020.  Namun karena terkena refocusing anggaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto 2020 dan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan pekerja masih mengerjakan proses pembangunan sekolah yang dijadwalkan selesai awal Desember mendatang. Terdapat enam kelas dan satu gedung untuk ruangan guru dan administrasi.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar