Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Kejari Bengkulu Gagal Restorative Justice,Kajati Angkat Bicara

Kejari Bengkulu Gagal Restorative Justice,Kajati Angkat Bicara
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Agnes Triani

Penulis : Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Pasca gagalnya kejaksaan negeri Bengkulu melakukan Restorative Justice terhadap tersangka anak kasus dugaan pencurian 1 unit Handphone, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Agnes Triani instruksikan JPU Kejari Bengkulu untuk meringankan tuntutan terhadap tersangka.

Kajati Bengkulu, Agnes Triani menegaskan, dalam perkara kasus pencurian 1 unit Handphone dengan tersangka anak/ bahwa pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkulu sudah mengupayakan kasus tersebut untuk dihentikan perkaranya melalui Restorative Justice, namun hal itu gagal terlaksana.

Sementara kegagalan Restorative Justice tersebut karena ada beberapa kendala seperti tidak hadirnya salah satu pihak korban saat mediasi, belum diterimanya berkas tersangka dewasa rekan sekasus tersangka (GI) dari penyidik serta pasal yang disangkakan terhadap tersangka (GI) yakni pasal (363) ayat (1) ke (4) KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Kendati gagal diselesaikan perkaranya melalui Restorarive Justice,namun Kajati Bengkulu memastikan tuntutan tersangka anak tersebut nantinya akan diringankan oleh JPU Kejari Bengkulu sesuai fakta persidangan.

"Pada hari Kamis (17/2/2022 ) sidang peradilan anak dengan agenda pembacaan dakwaan dan pembuktian terhadap tersangka anak berinisial (GI) sudah dilakukan JPU Kejari Bengkulu di Pengadilan Negeri Bengkulu dan sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan tuntutan akan di gelar hari Selasa (22/2/2022 )." Ucap Agnes Triani, Kajati Bengkulu.

"Saya instruksikan JPU Kejari Bengkulu dalam tuntutan tersangka anak tersebut harus mengedepankan hati nurani serta diupayakan seringan ringannya dan seadil adilnya.” Tegasnya.

Untuki diketahui beberapa hari lalu, seorang ibu bernama Yuliharni meminta keadilan pada jasa Agung RI lantaran Sang anak tercintanya terancam penjara 7 tahun karena terlibat kasus dugaan pencurian 1 unit Handphone.

Yuliharni berharap pada Jaksa Agung RI ST. Burhanudin untuk segera membebaskan anaknya dari jeratan hukum mengingat antara anaknya dengan korban sudah ada perjanjian damai dengan disertai mengganti Handphone milik korban seharga Rp.1,3 juta dan saat ini anaknya masih duduk dikelas 2 salah satu SMK di Kabupaten Kaur serta termasuk anak yang berprestasi di sekolahnya sehingga dirinya tidak ingin anaknya kehilangan masa depan hanya karena perbuatan yang baru pertama kali dilakukannya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.