Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Ledakan Perdagangan Narkoba Sintetis di Asia, Sabu Paling Banyak Disita

Ledakan Perdagangan Narkoba Sintetis di Asia, Sabu Paling Banyak Disita
Metamfetamin atau Sabu (Foto : Reuters)

Penulis: Intan Kusumawardani

TVRINews, Bangkok


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa perdagangan obat-obatan sintetis di Asia Timur dan Tenggara terus meningkat tahun lalu, seperti dilansir dari Reuters pada Senin (30/5).

Menurut laporan dari Kantor Narkoba dan Kejahatan PBB (UNODC), lebih dari satu miliar tablet Metamfetamin atau Sabu disita oleh pihak berwenang. Banyaknya obat yang disita karena harga Metamfetamin turun pada tahun lalu.

"Kawasan ini benar-benar dibanjiri metamfetamin dan saya pikir sudah saatnya kawasan itu mulai mencermati kebijakan yang ada untuk mengatasi masalah ini," kata Jeremy Douglas selaku Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik.

Secara keseluruhan, pihak berwenang di Asia menyita 171,5 ton sabu pada tahun 2021. Jumlah ini melonjak dari tahun lalu. Lebih dari 90% penyitaan tablet terjadi di Thailand, Laos, Myanmar dan Kamboja.

Laos mencatat lonjakan lebih dari 660% dalam penyadapan tablet sabu pada tahun 2021, karena peningkatan operasi anti-narkoba di Thailand dan Cina Selatan mendorong sindikat kejahatan untuk memperbesar operasi mereka di Laos utara.

"Laos merupakan target empuk bagi para penyelundup," ujar Douglas.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.