Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Metro

  • 0 Komentar

Lagi, Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Ormas Khilafatul Muslimin

Lagi, Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Ormas Khilafatul Muslimin
Direskrimum PMJ Kombes Pol Hengki Haryadi pimpin penangkapan 2 anggota Khilafatul Muslimin

Penulis: Agus Mughni Hakim

TVRINews, Bandar Lampung


Penyidik Direktorat Reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang terkait ormas Khilafatul Muslimin. Keduanya ditangkap di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (11/06).

Penangkapan berlangsung pukul 10.00 WIB dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi.

"Dua orang tersebut telah kami amankan, dan saat ini tengah dimintai keterangan, keduanya berperan menjalankan operasional organisasi," tegas Hengki di Bandarlampung, Sabtu (11/6/2022).

Selain mengamankan dua orang yang terkait ormas Khilafatul Muslimin, penyidik juga kembali menggeledah Kantor Pusat Khilafatul Muslimin.

Selama ini Khilafatul Muslimin mengklaim mereka sebagai organisasi masyarakat yang berlandaskan keagamaan dan sejalan dengan ideologi Pancasila. 

Namun, polisi mengungkapkan fakta berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan bahwa ormas Khilafatul Muslimin sangat bertolak belakang dengan Ideologi Pancasila. Bahkan mengajarkan kepada pengikutnya untuk menganut ideologi tertentu yang kental dengan tindak radikalisme dan disebarluaskan kepada khalayak umum. 

Salah satu metode yang digunakan  dengan menyebarluaskan video rekaman ceramah melalui situs web ormas serta youtube channel organisasi yang isi materinya justru bertolak belakang dengan Ideologi Pancasila. 

Atas dasar tersebut, polisi menetapkan Abdul Qadir Baraja selaku pengisi ceramah dalam video tersebut, sebagai tersangka dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong sehingga menimbulkan keonaran dalam masyarakat karena tujuannya ingin mengganti Pancasila.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.