Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Polisi Periksa 17 Personil Parimo yang Terlibat Pembubaran Aksi Unjuk Rasa di Parigi

Polisi Periksa 17 Personil Parimo yang Terlibat Pembubaran Aksi Unjuk Rasa di Parigi
Polisi Periksa 17 Personil Parimo yang Terlibat Pembubaran Aksi Unjuk Rasa di Parigi

Penulis: Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Palu

Penyidik Propam Polda Sulawesi Tengah memeriksa 17 personil Polres Parigi Moutong (Parimo) di Polres Parigi Moutong. 

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan secara internal di lingkungan Polres Parimo, sebagai tindaklanjut meninggalnya Faldi alias Aldi (21) dengan luka tembak. Mereka terlibat dari kasus pembubaran aksi unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo. 

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto menyampaikan bahwa kejadian tersebut berlangsung hari Sabtu(12/2) hingga Minggu (13/2) dinihari dengan perkembangan terakhir kepolisian telah membentuk tim.

Didik menjelaskan tim terdiri dari Propam, Itwasda, dan Krimum, serta mendapatkan backup dari Labfor Makassar. Saat ini, Propam telah memeriksa 17 personil Polres Parimo dan senjata api yang diamankan sebanyak 15 pucuk.

"Dari jumlah senpi yang diamankan akan dicocokan melalui uji balistik untuk mencocokan proyektil yang ditemukan di TKP. Sekarang Labfor atau laboratorium forensic sedang melakukan olah TKP di lokasi kejadian kemarin, kemudian dilanjutkan dengan uji balistik," kata Didik, Selasa (15/2/2022).

Setelah dilihat perkembangan hasil uji balistik terdapat kecocokan dengan 15 senjata itu, maka akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan pelakunya. Ia berharap agar masyarakat tidak terpancing dan mempercayakan kasus kepada pihak kepolisian.

"Jadi saya harapkan seluruh masyarakat untuk tetap tenang karena permasalahan ini masih dalam proses penanganan pihak kepolisian. Berikan kepercayaan kepada polisi untuk memproses hal ini. Kepolisian akan bertindak profesional, dan masyarakat tidak terprovokasi hal-hal yang negatif," ujar Didik.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.