Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Besok, Larangan Ekspor Sawit Mulai Berlaku, Jokowi Minta Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Besok, Larangan Ekspor Sawit Mulai Berlaku, Jokowi Minta Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Foto : Presiden Joko Widodo

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta industri minyak sawit tidak melakukan ekspor dan memprioritaskan pemenuhan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

"Saya minta kesadaran industri minyak sawit untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Prioritaskan dulu dalam negeri, penuhi dulu kebutuhan rakyat. Semestinya kalau melihat kapasitas produksi, kebutuhan dalam negeri bisa dengan mudah tercukupi," kata Presiden Jokowi dalam keterangan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/4/2022).

Kepala Negara menyampaikan apabila industri minyak sawit prioritaskan kebutuhan rakyat maka dengan mudah kebutuhan dalam negeri tercukupi mengingat volume bahan baku minyak goreng yang diproduksi dan diekspor jauh lebih besar daripada kebutuhan dalam negeri. 

"Sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, ironis, kita malah mengalami kesulitan mendapatkan minyak goreng. Saya minta para pelaku usaha minyak sawit untuk melihat masalah ini dengan lebih baik, dengan lebih jernih, dan saya sebagai presiden tak mungkin membiarkan itu terjadi. Sudah empat bulan kelangkaan berlangsung dan pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan, namun belum efektif," ujar Presiden Jokowi menambahkan.

Sebelumnya, Presiden sudah memutuskan untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai 28 April 2022 besok. Pelarangan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia.

"Larangan itu berlaku untuk ekspor dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk dari kawasan berikat. Larangan ini memang menimbulkan dampak negatif, berpotensi mengurangi produksi, hasil panen petani yang tak terserap. Namun, tujuan kebijakan ini adalah untuk menambah pasokan dalam negeri hingga pasokan melimpah," ucap Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa pelarangan ekspor ini akan dicabut apabila ketersediaan stok minyak goreng di dalam negeri sudah terpenuhi.

"Ini yang menjadi patokan saya untuk mengevaluasi kebijakan itu. Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, tentu saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya tahu negara perlu pajak, negara perlu devisa, negara perlu surplus neraca perdagangan. Tapi memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas yang lebih penting," tutup Presiden.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.