Trending

  • Selasa, 27 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

Pembangunan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste Minus 4 Persen

Pembangunan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste Minus 4 Persen
Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT telah mengalokasi dana melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai Rp120 miliar.

Penulis:Thomy Mirulewan 


TVRINews, Atambua

 

Pekerjaan proyek pembangunan Jalan Sabuk Merah di ruas Henes, Dakfala, Laktutus di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tiga bulan lalu atau dimulai 1 Agustus 2021, baru berkisar 3 persen atau minus 4 persen dari target tujuh yang direncanakan.


Untuk Tahun Anggaran 2021 ini Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT telah mengalokasi dana melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai Rp120 miliar.


Dana tersebut digunakan untuk membangun jalan sepanjang 24,22 Km dengan tiga segmen, yaitu segmen satu dengan panjang 16.725 km, segmen dua 675 meter dan segmen tigs sepanjang 4.2 Km. 


Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Dua Hilmer Manurung yang dikonfirmasi pada Senin, (25/10/2021) mengakui jika fisik pekerjaan proyek tersebut terlambat atau sudah minus.

 

"Iya memang sekarang masih minus karena pekerjaan awal masih persiapan oleh kontraktornya jadi saat ini minusnya sekuat 1 sampai 3 persen begitu,"katanya.

Menurutnya, pekerjaan pada tiga segmen itu sudah mulai jalan, di segmen satu dan dua  pekerjaan  pemasangan pengaman tebing dan galian.

 

Proyek tersebut menurut Hilmer, waktu pelaksanaanya dua tahun anggaran atau kontraknya baru berakhir pada Agustus 2022 nanti.

"Kita harapkan pada bulan Desember nanti sudah bisa Hotmix minimal 4 Kilo meter sehingga bisa mengangkat minus yang saat ini terjadi meski waktu pelaksanaan masih panjang," jelasnya.


Dikatakannya, untuk mengantisipasi  hujan yang akan menyulitkan pekerjaan di lapangan, pihaknya telah menginstruksikan kepada kontraktor pelaksana, yakni PT. Tureleto Battu indah untuk dapat menambah jam kerja dan tenaga sehingga tidak terjadi minus saat hujan. 

"Secara lisan kita sudah mengingatkan kontraktor pelaksana untuk dapat menambah jam kerja dan tenaga (buruh) di lapangan agar saat musim hujan selama beberapa bulan mendatang fisik sudah aman," tandas Hilmer".

Saat ini menurut Hilmer pekerjaan tengah berjalan seperti biasa meski telah mengalami minus 4 persen.
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 PJN Wilayah Dua BPJN NTT Zulkifli Arif Senin, (25/10/2021) mengatakan, proses awal pekerjaan memang memakan waktu lama.

"Iya, ada proses kajian teknis dulu cukup makan waktu, dan mobilisasi crusher dan AMP dari Kupang ke sabuk merah.  Dan memang target akhir tahun ini fisik bisa 15-20an persen saja," ujarnya.

Saat ini tengah dilakukan percepatan pada item  pekerjaan drainase dan akses jalan yang sempat terputus sehingga dapat dilewati alat berat.


"Kita upaya percepatan di pekerjaan drainase dan akses-akses yang terputus sejak awal sudah kami buka jadi alat tetap bisa lewat nantinya," ujar Hilmer. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.