Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Nasional

  • 0 Komentar

HWG ke-3, Kemenkes Fokus Pengembangan Vaksin Obat-obatan dan Alat Diagnostik

HWG ke-3, Kemenkes Fokus Pengembangan Vaksin Obat-obatan dan Alat Diagnostik
HWG ke-3, Kemenkes Fokus Pengembangan Vaksin Obat-obatan dan Alat Diagnostik

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan kembali mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara Health Working Group (HWG) yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan G20 di Indonesia pada tanggal 22-23 Agustus 2022 mendatang.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk G20 dr. Siti Nadia Tarmizi menyatakan dalam pelaksanaan Health Working Group ketiga ini akan membahas pentingnya diversifikasi geografis pusat riset dan manufaktur untuk pengembangan vaksin obat-obatan dan alat diagnostik terutama akses untuk negara-negara berkembang.

Dalam HWG ketiga ini akan ada empat sesi, pertama adalah membahas isu bagaimana membangun jaringan antara peneliti dengan manufaktur di negara-negara G20 terkait kedaruratan masyarakat ataupun respon pandemi kedepan.

Baca Juga: Tangguh Hadapi Krisis Global, Presiden Jokowi : Kekuatan Besar untuk Bangun Negara

Sesi kedua akan membahas penguatan jaringan peneliti dan manufaktur, sebelumnya kita membahas membangun kini kita bahas penguatannya dan sesi ketiga peran kemitraan antara pihak pemerintah dan swasta untuk mendukung jaringan peneliti dan manufaktur tadi.

Sesi terakhir, membahas inisiatif G20 untuk memperkuat ekosistem riset dan manufaktur untuk bisa memastikan akses daripada vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik berkeadilan dari sisi akses, tapi juga dalam sisi kapasitas pengembangan.

"Selain itu, dalam Health Working Group ketiga ini, kita juga melaksanakan kegiatan bersifat side event yang membahas anti microbial resistance, yaitu berbagai upaya terkait pencegahan dan implementasi pengendalian daripada resistensi anti microbial," kata Nadia dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Kamis (18/8).

Keluaraan yang diharapkan dari Health Working Group ini adalah membentuk think tanks G20 yang bisa bertanggung jawab mengembangkan meningkatkan dan memperkuat kapasitas penelitian serta manufaktur terutama di negara-negara low-middle income country.

Ouput kedua adalah berbagi mekanisme dan menyelaraskan peraturan-peraturan untuk memudahkan proses pengembangan kapasitas global dan memastikan percepatan ketersediaan vtd selama keadaan darurat kesehatan masyarakat terjadi.

Ketiga, tentang kesepakatan kolaborasi uji klinis multi center antara pusat penelitian dan manufaktur di negara-negara G20 dengan fokus untuk mendesifikasi produksi daripada vtd secara geografis di negara-negara low-middle income country.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.