Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Redaksi Nasional

  • 0 Komentar

Wapres Ma’ruf Amin Kemukakan 4 Langkah Bentuk Dunia Kerja Baru Kepada Anggota G20

Wapres Ma’ruf Amin Kemukakan 4 Langkah Bentuk Dunia Kerja Baru Kepada Anggota G20
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Penulis : Ridha Gemelli Sitompul

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin membuka pertemuan ketenagakerjaan tingkat kementrian G20 atau G20 Labour and Employment Ministers Meeting (LEMM) secara virtual, Rabu (14/9/2022). 

Ma’ruf Amin menyampaikan, bahwa saat ini isu krisis ekonomi, pangan dan energi, perang, perubahan iklim, dan pandemi virus corona. Hal itu menjadi tantangan berat untuk bagian ketenagakerjaan, dan beberapa isu tersebut berdampak pada perlambatan ekonomi global. 

“Kita memahami dunia saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi, masalah pangan dan energi, perang, perubahan iklim, dan pandemi Covid-19 yang dampaknya masih dirasakan oleh seluruh negara di dunia,” kata Wapres saat memberi sambutan, Rabu (14/9/2022). 

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada bulan Februari 2022 menunjukkan sebanyak 19,1 juta tenaga kerja terdampak pandemi. Selain itu, angka pengangguran di Indonesia pada bulan Agustus 2020 hingga Maret 2021 meningkat dari 5,23% menjadi 7,07%.

Sementara di level global, pada tahun 2020 pandemi Covid-19 telah menyebabkan sekitar 1,6 miliar pekerja informal kehilangan pendapatan hingga 60% akibat kebijakan lockdown. Kemudian, Organisasi Perburuhan Internasional memproyeksikan tingkat pengangguran global bisa mencapai 207 juta orang pada tahun 2022 atau bertambah 21 juta dibandingkan tahun 2019.

“Ini adalah tantangan bersama di depan mata. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berharga ini, saya ingin mendorong kerja sama kita semua untuk mewujudkan dunia kerja baru yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki resiliensi,” ujar Ma’ruf Amin. 

Ma’ruf Amin menyebut, setidaknya ada empat langkah yang dilakukan Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dalam sektor ketenagakerjaan itu. Pertama, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif kepada pekerja penyandang disabilitas, antara lain dengan menyediakan vaksinasi gratis. 

Kemudian, kedua, memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja berupa Program Bantuan Subsidi Upah, Program Kartu Pra-Kerja, Program Bantuan Produktif Usaha Mikro, dan Program Padat Karya di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. 

Selanjutnya, ketiga, penguatan kemampuan inovasi dan literasi pekerja, khususnya di bidang-bidang yang akan menciptakan lapangan kerja baru di masa depan. Seperti teknologi digital dan ekonomi hijau.

“Sebagai contoh, pemerintah Indonesia terus meningkatkan literasi digital pelaku UMKM agar target 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada tahun 2024 dapat tercapai,” ucap Ma’ruf Amin. 

Keempat, meningkatkan daya saing pekerja dalam menghadapi tantangan global melalui skilling, reskilling, dan upskilling yang dilakukan secara terus menerus. Sampai dengan tahun 2020, melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah dibangun 1.014 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, sehingga total BLK Komunitas yang telah dibangun di Indonesia sebanyak 2.127.

“Pelatihan yang diberikan kepada pekerja didasarkan pada konsep link and match, agar pelatihan sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya ini juga dilakukan untuk menumbuhkan lebih banyak wirausahawan yang akan turut menentukan kemajuan bangsa,” tutur Ma’ruf Amin.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.