BPOM Gandeng Lembaga Lintas Sektor untuk Membina Pengusaha Terkait Pengawasan Obat dan Makanan

Reporter: Christhoper N. Raja

TVRINews, Bali

 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng lembaga di pusat dan daerah untuk berkoordinasi dalam pelaksanaan pengawasan obat dan makanan. Kegiatan yang dilakukan secara online dari Bali ini berupa peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan.

“Pengawasan obat dan makanan bersifat strategis, prioritas, dan multisektor, mencakup perlindungan kesehatan masyarakat, pembangunan nasional, hingga ketahanan bangsa,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito di Bali, Selasa (30/3/2021).

Dari kegiatan ini, diharapkan ada perumusan serta penyelarasan perencanaan program dan kegiatan pada 2022. Tujuannya adalah menciptakan pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif.

“Peningkatan daya saing obat dan makanan memerlukan peran aktif dari berbagai lintas sektor. Untuk itu, kami akan terus berkoordinasi dengan lintas sektor untuk melakukan pembinaan dan pendampingan pelaku usaha,” ujar Penny.

Pengawasan kepada pelaku usaha dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dengan pemeriksaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga produk tersebut dikonsumsi masyarakat. Pelaku usaha mempunyai peran dalam memberikan jaminan produk obat dan makanan yang memenuhi syarat aman, berkhasiat atau bermanfaat, dan bermutu melalui proses produksi yang sesuai dengan ketentuan. 

BPOM pun berupaya mendukung pelaku usaha agar memperoleh kemudahan dalam usahanya, yaitu dengan memberikan insentif, clearing house, dan pendampingan yang terkait dengan kebijakan.

Saat ini, ada 1.059 sarana produksi obat tradisional yang tersebar di 34 provinsi. Dari jumlah itu, 88 persennya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Masalah yang dihadapi UMKM obat tradisional dan kosmetik antara lain keterbatasan jumlah dan sumber bahan baku, keterbatasan modal, kurangnya fasilitas produksi dan sumber daya manusia, keterbatasan akses pasar, sulitnya mendapatkan nomor izin edar, kurangnya pemahaman tentang cara membuat obat tradisional atau kosmetik yang baik, serta sulitnya melakukan sertifikasi.

Berbagai upaya dilakukan BPOM untuk membantu UMKM obat tradisional dan kosmetik, antara lain dengan program Sipemandu atau Sistem Pembinaan UMKM Obat Tradisional Secara Terpadu, advokasi dan pendampingan, kegiatan percepatan penghiliran, serta program orang tua angkat.

 

Editor Agus S.Riyanto

Daerah