Kapolsek Losari Kisahkan Pengalaman Nyaris Tertabak saat Hadang Pemudik yang Nekat Terobos

Kapolsek Losari Alisman. (foto TVRINews.com)

Reporter: Aulia Zita

TVRINEWS, Cirebon

Memasuki hari keempat pelarangan mudik atau Lebaran tanpa mudik 2021, jumlah kendaraan yang diputarbalikkan di pos penyekatan Losari, Cirebon, Jawa Barat, mengalami peningkatan drastis. 

Menurut Kapolsek Losari Alisman peningkatan ini terjadi mulai 8 Mei menjelang tengah malam. Kendaraan yang diputarbalikkan didominasi oleh kendaraan roda dua. Dari sekitar 500 kendaraan roda dua yang diperiksa, setidaknya 400 diputarbalikkan. Kemudian dari sekitar 50 kendaraan roda empat lebih dari 25 di antaranya diputarbalikkan. 

Angka ini meningkat drastis dari hari pertama dan hari kedua pelarangan, di mana kendaraan yang diputarbalikkan hanya sekitar 12 kendaraan per hari. "Kebanyakan itu dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah, ada beberapa juga yang ke Jawa Timur," ujar Alisman saat ditemui redaksi TVRINews.com di pos pemeriksaan Losari, Cirebon, Minggu (9/5/2021).

Kapolsek Losari juga menyebutkan ada beberapa pemudik yang tidak mau bekerjasama dengan petugas dan berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain. "Ya ada yang memaksakan petugas dengan mendorong, sampai hampir tertabrak, tapi dengan kekuatan yang ada bisa kita hadang," ujar Alisman. 

Alisman juga menyebutkan ada gerombolan pemudik yang menggunakan roda dua datang dengan tujuan membuat petugas kewalahan. Untuk mengantisipasi hal semacam ini, petugas mempersempit ruas jalan, yang tadinya dua lajur menjadi satu lajur. Dengan demikian laju kendaraan bisa diperlambat dan pemudik yang datang bergerombol bisa dihentikan oleh petugas. 

Tak lupa ia juga mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan mudik dan menaati peraturan dari pemerintah. "Ini kan situasinya berbeda ya, jadi ya mohon masyarakat untuk menaati peraturan demi menekan penularan Covid-19," ujar Alisman dalam kesempatan yang sama.

Editor: Eggi Paksha

Daerah