Polda Metro Sebut Manajemen McDonald's Minta Maaf soal Kerumunan BTS Meal

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus. (foto istimewa)

Reporter: Riana Rizkia

TVRINEWS, Jakarta

Kerumunan pembeli yang terjadi karena diluncurkannya paket edisi terbatas dari McDonald's, membuat beberapa gerai harus disegel sementara atau 1x24 jam. Pesanan paket BTS Meal membuat McDonald's dikerumuni ojek online dan dinilai melanggar protokol kesehatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan beberapa manajer McDonald's juga sudah datang ke Kepolisian Resor (Polres) atau Kepolisian Sektor (Polsek) setempat guna melakukan klarifikasi. "Pengurus atau manajemen sudah diundang ke Polsek dan Polres agar tidak ada kerumunan lagi. Ada beberapa Polsek dan Polres mengundang klarifikasi manajemen untuk mengambil keterangannya. Secara resmi semuanya telah meminta maaf dan memperbaiki agar tidak terjadi kerumunan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (10/6/2021). 

Dalam hal penyegelan, kata Yusri, merupakan wewenang dari Satuan Polisi Pamong Praja. Namun jika diperlukan, Polda Metro Jaya dapat membantunya. "Karena pelanggaran protokol kesehatan ini dikedepankan Satpol PP," ucap Yusri. 

Yusri mengungkap kedatangan manajer dari beberapa gerai hanya untuk klarifikasi guna memberikan keterangan saja. "Kami klarifikasi dulu, preventif dulu, nanti sambil liat hasilnya. Klarifikasi masih kami ambil keterangan dulu, dan mereka mengakui minta maaf," kata Yusri. 

Namun terkait apakah ada dugaan tindak pidana, Yusri menyebut belum dapat menjawab. Pasalnya, usai kerumunan yang terjadi, Polres dan Polsek setempat sudah melakukan pemanggilan kepada manajer dari beberapa gerai McDonald's di sekitaran wilayah Jakarta. Mereka meminta maaf dan akan memerbaiki sistem penjualan agar kasus serupa tidak terulang. "Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi karena hampir di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta," ucap Yusri.

Editor: Eggi Paksha

Daerah