Rumah Sakit di India Ajukan Petisi ke Pengadilan Terkait Krisis Oksigen

Pasien Covid di India. (foto itimewa)

Reporter: Aulia Zita

TVRINEWS, Jakarta

Sejumlah Rumah sakit di India mengajukan petisi ke pengadilan New Delhi, terkait krisis oksigen yang terjadi di negara tersebut. Pengadilan menjadi harapan terakhir bagi banyak rumah sakit yang tengah berjuang mendapatkan oksigen untuk pasien Covid-19 sementara persediaan menipis. Dikutip dari Reuters (5/5/2021), seorang pengacara  mengatakan Intervensi dari pengadilan telah menyelamatkan nyawa

Pengacara Shyel Trehan mengatakan pada akhir pekan lalu hanya tersisa 30 menit oksigen untuk 42 pasien Covid-19 di rumah sakit Sitaram Bhartia, New Delhi. Otoritas rumah sakit kemudian mendekati pengadilan Delhi sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan bantuan.

Para hakim kemudian memerintahkan pemerintah negara bagian Delhi untuk segera mengatur perbekalan. "Tabung oksigen tiba segera setelah sidang, dan sebuah tangki tiba beberapa jam kemudian," kata Trehan seperti diberitakan Reuters.

Beberapa hari ke belakang, Dua panel hakim Pengadilan Tinggi Delhi, yang  terdiri dari dua hakim, Vipin Sanghi dan Rekha Palli, telah mengadakan konferensi video hampir setiap hari untuk mendengarkan petisi dari rumah sakit yang menyerukan hak konstitusional perlindungan pasien.

Konferensi video itu juga dihadiri pejabat lokal dan federal. Perwakilan pemerintahan Narendra Modi, yang mengelola pasokan secara nasional, mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka melakukan semua yang mungkin, dan menyalahkan pemerintah Delhi, yang dijalankan oleh partai saingan, karena mempolitisasi masalah tersebut.

Kekurangan oksigen medis telah melanda kota berpenduduk 20 juta orang itu selama sekitar dua minggu. Delhi mencatat sekitar 20.000 kasus Covid-19 baru setiap harinya. Pemerintah kota mengatakan membutuhkan 976 ton oksigen medis setiap hari, tetapi mereka hanya mendapat kurang dari 490 ton dari pemerintah federal.

Pemerintah federal dan pemerintah negara bagian Delhi, menghadapi kritik karena tidak cukup siap menghadapi lonjakan infeksi Covid-19. Sejak akhir April, beberapa rumah sakit terbaik kota telah meminta bantuan pengadilan. "Tidak hanya ini belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi saat ini (pengadilan) sidang ini secara harfiah seperti air untuk ikan," kata Prabhsahay Kaur, pengacara lain yang meminta bantuan pengadilan untuk kebutuhan oksigen rumah sakit.

Editor: Eggi Paksha

Daerah