Selain Bali, Sandi Prioritaskan Vaksinasi Pelaku Parekraf di Jabodetabek

Reporter : Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menghadiri pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Dalam sambutannya, Menparekraf Sandiaga  menyampaikan beberapa catatan. Pertama menjelaskan terkait program vaksinasi bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya baru saja kembali dari Bali mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi masal di Ubud, Gianyar. Bali sebagai destinasi tulang punggung mendapatkan tugas untuk melakukan vaksinasi sebanyak 2 -2,5 juta sebelum Juni 2021. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan akan menekan laju penularan Covid-19 dan confidence level Bali meningkat. Sehingga, sesuai dengan arahan Bapak Presiden, pariwisata nusantara sudah bisa kembali lagi ke Bali,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan yang diterima TVRINews.com, Kamis (18/3/2021).

Mengutip dari Presiden, sambung Menparekraf, angka penularan Covid-19 mulai kondusif, serta semua pihak patuh terhadap protokol kesehatan (prokes).

 “Kita mendapatkan resiprosity dari negara-negara sahabat mudah-mudahan sekitar bulan Juni atau Juli 2021, kita bisa mulai membuka perbatasan untuk wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Selain Provinsi Bali, program vaksinasi juga akan difokuskan di wilayah Jabodetabek. Menurutnya hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

“Untuk vaksinasi bagi pelaku pariwisata di wilayah Jakarta sedang kita dorong, dan sudah ada titik terangnya, tapi saya tidak mau obral janji. Selain Bali, Presiden mengatakan bahwa di Jabodetabek juga diprioritaskan untuk pelaku sektor dan pelayan publik,” kata Sandiaga.

Menparekraf berharap anggota PHRI di seluruh Indonesia dapat terlibat secara aktif dalam proses vaksinasi, agar pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit.

Selanjutnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengalokasikan anggaran dengan estimasi sebesar Rp2,7- 3,7 Triliun untuk disalurkan kepada usaha pariwisata pada tahun 2021.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Kemenparekraf sudah menyalurkan dana hibah sebesar Rp2,2 Triliun kepada 6,730 hotel dan 7,630 restoran.

“Dengan dana hibah ini, tentu kita ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memulihkan ekonomi dan kita harus menebar semangat. Karena saya sangat prihatin di destinasi super prioritas termasuk destinasi tulang punggung seperti Bali, sudah satu tahun menghadapi pandemi. Jadi kita harus membangkitkan kembali semangat mereka,” kata Sandiaga.

 

Editor:DadanHardian

Daerah