Inggris Kutuk Kudeta Militer di Myanmar

Menteri Luar Negeri Dominic Raab. (foto istimewa)

Reporter: Aulia Zita

TVRINews, Jakarta                                                                                           

Sebanyak tiga negara, masing-masing adalah Amerika, Inggris dan Kanada menjatuhkan sanksi pada militer Myanmar atas kudeta terhadap pemerintahan terpilih pada Kamis (19/2/2021). 

Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan bahwa Inggris mengutuk kudeta militer dan penahanan sewenang-wenang terhadap Aung San Suu Kyi dan tokoh politik lainnya. "Kami, bersama sekutu internasional kami, akan meminta pertanggungjawaban militer Myanmar atas pelanggaran hak asasi manusia mereka dan mengejar keadilan bagi rakyat Myanmar,” ujar Raab seperti dikutip dari laman resmi pemerintah Inggris.

Inggris menjatuhkan sanksi pada Menteri Pertahanan, Jenderal Mya Tun Oo, Menteri Dalam Negeri, Letjen Soe Htut, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Letjen Than Hlaing. Dengan tiga sanksi itu, maka total Inggris sudah menjatuhkan sanksi kepada 19 individu di Myanmar. Sanksi yang diberikan berupa larangan masuk ke wilayah Inggris dan pembekuan aset.

Menanggapi kudeta dan pelanggaran hak asasi manusia berikutnya, Kantor Luar Negeri dan Departemen Perdagangan Internasional Inggris juga telah meluncurkan proses uji tuntas yang ditingkatkan untuk mengurangi risiko bisnis militer yang beroperasi di Inggris dan aliran uang ilegal terkait.

Sejalan dengan Inggris, Kanada juga menjatuhkan sanksi serupa bagi Myanmar. "Kami bekerjasama dengan rekan-rekan internasional untuk memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di Myanmar. Kami mengikuti desakan rakyat agar militer Myanmar segera membebaskan orang-orang yang telah ditahan secara tidak adil," ujar Menteri Luar Negeri Kanada, Marc Garneau seperti diberitakan Reuters.

Sanksi yang diberikan Kanda kurang lebih sama dengan sanksi yang diberikan Innggris, yakni larangan masuk dan pembekuan aset bagi figur militer Myanmar. Selain itu Kanada juga menetapkan embargo senjata, yakni pelarangan mengekspor dan mengimpor senjata dan bahan terkait dari dan ke Myanmar.

Satu pekan sebelumnya Amerika juga telah menjatuhkan sanksi berupa pembekuan aset bagi beberapa tokoh militer Myanmar. Hingga kini, demonstrasi menentang kudeta telah berjalan selama tiga pekan. Demonstrasi berjalan di seluruh Myanmar dan kurang lebih 500 orang telah ditahan oleh junta militer.


Editor: Eggi Paksha

Daerah