Karena Covid-19, Bocah 9 Tahun di Kutai Barat jadi Yatim Piatu

Penulis: Mardans

TVRINews, Kutai Barat

Alfiano Dafa Raharjo, usianya sembilan tahun asal Kutai Barat, Kalimantan Timur harus menerima kenyataan pahit. Ditinggal seorang diri karena orang tuanya meninggal setelah terpapar Covid-19.

Perhatian untuknya mengalir dari berbagai pihak, di antaranya pemerintah dan masyarakat sekitar.

Fino biasa disapa adalah anak tunggal  pasangan Kino Raharjo dan Lina Safitri,  
Ayah dan ibunya yang kelahiran Sragen, Jawa Tengah, sehari-harinya penjual pentol keliling. Lina sang ibu, meninggal saat hamil enam bulan. 

Sepeninggal kedua orang tuanya, Fino  ditemani keluarga dekatnya dan tetangga sekitar. 

Fino tak mau larut dalam kesedihan, mencoba tegar. Dia lewati hari-harinya   bermain gawai.

Fino masih menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya. Warga yang berempati berjaga di depan rumahnya agar dia tak merasa sendiri.Banyak keluarga ingin mengadopsinya

"Masyarakat yang melihat Fino tidak dapat menahan kesedihan karena mengetahui ia tinggal seorang diri, sehingga bantuan dari berbagai lapisan masyarakat terus mengalir untuknya," kata Tony, Kamis (22/7/2021) salah satu kerabat Fino.

"Bantuan untuk Fino kian berdatangan termasuk dari Bupati Kutai Barat, FX Yapan. Selain itu Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah memberikan pendampingan kepada Fino melalui Dinas Kesehatan, Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kutai Barat dan pendampingan dari psikologi," ucap Murni Panjaitan, salah satu Warga Melak.

 

Editor: Dadan Hardian