Kebijakan Baru, Dana BOS Bisa Meningkat 100%

Reporter: Nur Khabibi 

TVRINews, Jakarta 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim sosialisasikan kebijakan baru mengenai Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp52 Triliun. 

Dengan kebijakan baru tersebut, Nadiem berharap bisa tercapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ada tiga pokok kekebijakan BOS di tahun 2021 yang dijelaskan Mendikbud. Yang pertama, nilai satuan biaya bantuan BOS bervariasi sesuai karakteristik daerah. 

"Satuan biaya bos tidak lagi seragam, ada variasinya. Contohnya, dari siswa SD yang sebelumnya dipukul rata 900ribu peranak, jadi 900k sampe dengan 1,8 juta dan ini tergantung dari beberapa faktor lainnya," kata Nadiem Anwar Makarim yang disiarkan Channel YouTube Kemendikbud, Kamis (25/2/2021).

Diferensiasi ini, menurut Nadiem, afirmatif karena berdasarkan sulitnya untuk menjangkau dan indeks kemahalan daerah tersebut. Dengan demikian, beberapa daerah timur Indonesia  mengalami peningkatan yang signifikan.

Di Kepulauan Aru Maluku, mengalami peningkatan sekitar 40-50%. Kemudian di Kabupaten Intan Jaya Papua kenaikan dana BOS 2021 mencapai diatas 100%. 

"Misalkan untuk SD YPPK Sanepa itu mencapai 117%, SMP Negeri 1 Sugapa naik 125% dan SMA Negeri 1 Sugapa naik mencapai 131%. Jadi ini memang benar-benar perubahan cara kita mengalokasikan dana BOS yang jauh lebih adil. Biar teman-teman kita di papua, di Maluku, di NTT bisa meningkatkan kualitas pembelajaran mereka dengan mengkonsiderasi berbagai macam faktor kemahalan di daerah mereka," papar Mendikbud.

"Jadi ini yang kita maksud dengan menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,"sambungnya.

Kedua adalah penggunaan dana BOS masih tetap fleksibel, termasuk untuk persiapan pembelajaran tatap muka. Yang ketiga, pelaporan dana BOS secara daring. 

"Jadi kita ada transformasi metode pelaporan,"ujar Mendikbud. 

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah