Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada Meski Sudah Keluar dari Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Tren penurunan kasus konfirmasi dan kematian yang disebabkan oleh virus Covid-19 dalam tiga hingga empat pekan terakhir. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya lonjakan kasus yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan perawatan di rumah sakit. 

Fenomena yang terjadi di dunia adalah munculnya varian baru virus Covid-19, yakni varian Mu dalam beberapa waktu terakhir. Varian baru tersebut memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi, atau bahkan ada yang klaim memiliki kekebalan terhadap vaksin. 

Untuk itu, Kementerian Kesehatan terus memantau semua varian, mulai dari Variant of Concern terdiri atas Varian Alfa, Beta, Gama, dan Delta, serta Variant of Interest, yakni Varian Eta, Iota, Kappa, Lambda dan lainnya, termasuk varian lokal yang muncul di Indonesia. 

Menyikapi fenomena ini, Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan petugas di pintu-pintu masuk dan menyusun kebijakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya varian yang disebut-sebut memiliki kekebalan terhadap vaksin. 

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan virus Covid-19 dapat menyerang populasi manapun, mulai dari bayi hingga kelompok lansia. Bagi, lansia terpapar Covid-19 memiliki resiko yang tinggi, begitu juga dengan penyandang komorbid. 

“Kita harus tetap waspada meskipun sudah keluar dari gelombang kedua. Sekitar 98 persen varian Covid-19 yang beredar di Indonesia adalah varian Delta, sehingga tidak menutup kemungkinan munculnya varian baru yang sudah terdeteksi di negara lain,” kata Nadia dalam acara dialog virtual, "Percepatan Vaksinasi, Solusi Jitu Cegah Virus Baru??", Selasa (14/9/2021).

Nadia memaparkan untuk Varian Lambda yang dilaporkan sudah muncul di 42 negara, varian Mu sudah dilaporkan di 46 negara, dan varian C1.2 yang belum masuk dalam kategori variant of interest maupun varian of concern harus tetap diwaspadai, karena sudah 9 negara yang melaporkan.

“Seiring dengan apa yang tejadi di Amerika Serikat dan beberapa negara lain yang terjadi peningkatan kasus, harus kita waspadai karena kita berada pada level penularan yang rendah,” ujar Nadia.

“Jangan euphoria dengan kondisi ini karena cakupan vaksinasi yang belum mencukupi, kita harus tetap selalu taat protokol kesehatan,” ucap Nadia menambahkan.

Meski demikian, upaya vaksinasi Covid-19 terus dilakukan, per tanggal 7 September 2021, lebih dari 100 juta dosis suntikan vaksin dilakukan dengan berbagai platform telah diberikan kepada masyarakat sejak Januari 2021. 

Vaksinasi merupakan upaya antisipasi terjadinya gelombang ketiga serta meningkatnya kebutuhan perawatan rumah sakit akibat kasus berat Covid-19.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah