Kementerian Kesehatan Menduga Ada Transmisi Lokal Penyebaran Mutasi Baru Covid-19

Reporter: Christhoper N.Raja

TVRINews, Jakarta

Indonesia sudah ditemukan tiga jenis mutasi baru varian Covid-19, yakni B.1.1.7 dari Inggris, B.1.617 dari India, dan B.1.351 dari Afrika Selatan. Kementerian Kesehatan menyampaikan pihaknya sudah melakukan analisis dari segi epidemologi.

Berdasarkan laporan hasil penelitian, terjadi peningkatan dan resiko terkait penularan pada saat kasus ini dikonfirmasi. Varian B.1.1.7 pertama kali ditemukan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2021, berasal dari pekerja migran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. 

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini sudah ada 13 kasus di Indonesia terkait mutasi B.1.1.7. Siti mengakui varian ini ada yang bukan dari spesimen pekerja migran Indonesia (PMI) atau orang yang memiliki riwayat perjalanan dari luar ngeri. 

Sehingga, Kementerian Kesehatan menduga adanya transmisi lokal, seperti di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Kalimantan Selatan. Transmisi lokal adalah paparan virus di lingkungan masyarakat yang terdampak dari kasus mutasi baru ini.

Kemudian, pasien pertama varian B.1.351 adalah warga negara Indonesia ditemukan di Bali yang diasosiakan dengan varian of concern yang ditemukan dari Afrika Selatan, tanggal pengambilan spesimen 25 Januari, pasien meninggal pada 16 Februari 2021 lalu.

Sementara, pasien pertama varian B.1617 adalah warga negara Indonesia yang diasosiakan dengan lonjakan kasus di India, tanggal pengambilan spesimennya adalah pada 3 April 2021 lalu. Kondisi pasien saat ini sudah sehat.

Kemudian, pasien kedua varian B.1617 adalah warga negara asing yang berasal dari India pada 22 April 2021, kondisi pasien saat ini masih stabil dirawat di RSPI SS sedang menjalani proses isolasi

“Berdasarkan data ini, untuk mencegah virus bertransmisi lebih luas, kita harus bisa belajar dari negara lain agar tidak terjadi lonjakan kasus,” kata Siti dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/5/2021).

Menurut Siti, faktor penyebab melonjaknya kasus adalah mobilitas yang sangat tinggi dan menyebarnya varian baru mutasi virus Covid-19.

Mobilitas yang tinggi akan meningkatkan laju penularan yang juga akan memperbesar peluang varian baru untuk bertransmisi secara lokal yang akhirnya mungkin akan sulit untuk dikendalikan bersama.

“Sesuai dengan himbauan pemerintah, jika kita tidak perlu bepergian, sebaiknya tetap tinggal di rumah, jangan sampai karena pelarangan mudik akan dimulai pada tanggal 6. Maka masyarakat berbondong-bondong mudik sebelum tanggal 6,” ujar Siti.

“Ini (mudik) malah meningkatkan resiko kita terhadap infeksi Covid-19. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk kita sama-sama mengurangi mobilitas,” tutur Siti.

Mudik memang telah dilarang. Tapi karena aksesnya banyak, pemudik bisa lewat jalur atau jalan mana-mana. Maka selalu saja ada yang bandel. Juga melanggar dengan berbagai cara. 

EditorDadan Hardian

Daerah