Kesiapsiagaan Hadapi Bahaya Hidrometeorologi Lewat Peringatan Dini Berbasis Komponen Struktur dan Kultur

Penulis: Eggi Paksha 

TVRINews, Jakarta 

Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada September dan Oktober 2021. Menghadapi musim hujan tahun ini, kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat mencegah atau memitigasi dampak potensi bahaya hidrometeorologi melalui peringatan dini berbasis komponen struktur dan kultur. 

Pada rapat koordinasi (rakor) peringatan dini dalam menghadapi ancaman bahaya hidrometeorologi, Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Prasinta Dewi, menyampaikan pemerintah sudah menyelenggarakan sistem peringatan dini yang efektif dan masif pada setiap tingkatan, baik nasional, provinsi, kabupaten dan kota.

Ia mengatakan, ini merupakan langkah pengurangan risiko bencana dan tindak lanjut amanat rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024, sebagai implementasi salah satu strategi pengurangan risiko bencana. 

“Berbicara tentang sistem peringatan dini, tentunya tidak terlepas dari dua komponen utama, yaitu komponen struktur serta komponen kultur,” ujar Prasinta saat membuka rapat koordinasi melalui daring dan luring, Selasa (14/9/2021). 

Komponen struktur merujuk pada infrastruktur pengamatan dan monitoring, seperti yang telah dilakukan lembaga teknis, seperti BMKG dan PVMBG. Sedangkan komponen kultur, Prasinta menjelaskan ini sebagai diseminasi peringatan dini dan kapasitas masyarakat. 

Lebih lanjut Prasinta menambahkan, untuk komponen struktur, yaitu institusi pemerintah seperti BMKG, PVMBG, Kementerian PUPR sudah memiliki sarana prasarana monitoring yang sudah cukup maju untuk bisa memberikan peringatan kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat. 

“Namun, untuk komponen kultur terkait bagaimana warning bisa sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat serta bagaimana masyarakat harus bertindak terhadap warning yang diberikan, masih menjadi pekerjaan rumah besar kita semua termasuk di dalamnya BPBD,” ujarnya. 

Pada konteks ini, Prasinta menekankan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui pusat pengendalian operasi (Pusdalops) menjadi sangat penting. 

Prasinta juga berpesan upaya para pemangku kepentingan untuk dapat menyampaikan informasi maupun melakukan koordinasi yang dibutuhkan untuk aksi dini atau early action di tingkat masyarakat.

 

Editor:DadanHardian

Daerah