Lonjakan Kasus Covid-19 Kerap Disangkutpautkan dengan Pekerja Migran Indonesia

Reporter: Christhoper N.Raja

TVRINews, Jakarta 

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini kerap kali disangkutpautkan dengan kembalinya pekerja migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air. Kementerian Kesehatan menyatakan sudah mencoba mengurangi laju penularan dengan mengawasi proses karantina.

Kementerian Kesehatan bertugas saat pelaksanaan karantina untuk memastikan Warga Negara Asing (WNA) tidak bisa masuk karena visanya tidak diterbitkan, sedangkan Warga Negara Indonesia (WNI) tetap boleh masuk. 

Kemudian, bagi WNI yang pernah mengunjungi wilayah India dalam 14 hari terakhir diwajibkan melakukan karantina dua pekan. Pada saat karantina, WNI tersebut akan melaksanakan tes PCR sebanyak dua kali, masing-masing pada awal dan akhir karantina. 

“Yang jadi masalah bukan karantina, melainkan mobilitasnya dan penambahan jumlah orang pada satu tempat,” kata Siti Nadia Tarmizi juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan.

Siti mengatakan pekerja migran Indonesia ini pulang ke kampungnya, sehingga terjadi pergerakan masyarakat. Mobilitas yang tinggi akan meningkatkan laju penularan yang juga akan memperbesar peluang varian baru untuk bertransmisi secara lokal yang akhirnya mungkin akan sulit untuk dikendalikan bersama.

Langkah selanjutnya, bagi wilayah yang banyak kedatangan WNA dan pekerja migran Indonesia adalah akan diambil sample genome sequencing, untuk melihat virus yang mungkin WNI itu terpapar. 

Dengan masuknya orang dari luar negeri akan membuka kemungkinan mereka terpapar mutasi baru virus korona, seperti B.1.1.7, B.1.351, dan B.1.671.

Seluruh jajaran pemerintah satu suara dan saling mendukung kebijakan peniadaan kegiatan mudik pada tahun ini hal ini sudah diatur melalui SE KaSatgas SE KaSatgas Nomor 13 Tahun 2021.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah