Luhut Minta Kepala Daerah Tekankan Pentingnya Testing, Tracing, dan Treatment

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta para kepala daerah dalam wilayah Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali untuk mengevaluasi kembali penyebab kematian yang tinggi pada sejumlah wilayah tersebut. 

“Pelaksanaan testing, tracing, dan treatment ini agar segera bisa kita eksekusi. Saya kira ini bisa berjalan lebih masif lagi, terutama sebagai mitigasi kemungkinan lonjakan setelah Iduladha selama dua minggu kedepan,” kata Luhut dalam keterangan resmi yang diterima oleh TVRINews.com, Kamis (22/7/2021).

Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para kepala daerah memiliki data yang pasti, terkait pasien meninggal sudah menerima suntikan vaksinasi atau belum. Ia menambahkan bahwa ketersediaan oksigen, penanganan oleh rumah sakit, akses kepada obat juga harus mendapatkan perhatian. Dirinya menegaskan pemerintah fokus kepada menurunkan tingkat kematian yang telah mencapai lebih dari seribu orang dalam beberapa waktu lalu.

“Kalau boleh, semua teman-teman para gubernur dan para bupati/walikota untuk melakukan pendataan. Saya berharap ini nanti bisa disampaikan,” ujar Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan langkah intervensi yang perlu dilakukan untuk menurunkan angka kematian ini adalah dengan meminta fasilitas kesehatan di daerah agar dapat menyediakan data.

Di antaranya apakah pasien meninggal sudah divaksin lengkap atau belum, perbandingan jumlah pasien komorbid data pasien meninggal pada tahap badai sitokin atau sebelum, dan apakah sebelum meninggal sudah mendapatkan bantuan oksigen atau belum. 

“Jika kita lihat varian Delta ini, penyebarannya lebih cepat, sembuhnya lebih cepat, namun wafatnya jadi lebih cepat. Oleh karena itu saya meminta teman-teman di rumah sakit untuk segera menyusun tata laksana perawatan Covid-19 yang baru,” ucap Budi.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah