Menteri Kesehatan: Kebutuhan Vaksin Covid-19 untuk PON Papua 2021 Tak Bermasalah

Reporter : Christhoper N.Raja

TVRINews, Jakarta

Vaksin Covid-19 untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan pada Oktober 2021 sudah cukup. 

"Setelah diskusi dengan Pak Sekda (Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy), PON akan dilaksanakan pada Oktober. Pada tanggal tersebut, jumlah vaksin insya Allah sih cukup, tidak ada masalah," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Rabu (14/4/2021).

Budi mengakui, saat ini, ketersediaan vaksin Covid-19 sedang bermasalah karena embargo. Itu menyebabkan vaksinasi Covid-19 menjadi terbatas. Maka vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok lanjut usia lebih dulu, yang tingkat risikonya terbilang cukup tinggi, bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Kalau terkena, kemungkinan fatalitasnya lebih tinggi. Dia bisa empat kali lipat lebih lemah dibandingkan dengan rata-rata lainnya. Yang muda bisa 10 kali lipat lebih kuat. Chance-nya lebih kecil untuk bisa masuk rumah sakit, apalagi wafat. Jadi memang prioritasnya lansia dulu,” tutur Budi.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan tidak menutup mata terhadap vaksin yang diperlukan untuk PON yang berlangsung di Papua ini. Budi memastikan kebutuhan sekitar 200 ribu vaksin Covid-19 pada Oktober nanti akan terpenuhi.

"Tadi saya sudah dilapori, kebutuhan 200 ribuan untuk Oktober itu pasti bisa dipenuhi, karena sejak Juli jumlah vaksin Insya Allah cukup normal," ujar Budi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 13 April 2021, dari 562.248 sasaran vaksinasi tahap pertama dan kedua di Provinsi Papua, sebanyak 103.234 peserta (18,36 persen) sudah mendapat vaksin dosis pertama dan 40.923 peserta (7,28 persen) sudah divaksin dosis kedua. Sedangkan vaksinasi kelompok lanjut usia baru sebanyak 3.014 (1,2 persen).

Pekan Olahraga Nasional XX atau PON Papua 2021 akan berlangsung pada 2-13 Oktober 2021. Stadion Lukas Enembe (Papua Bangkit) akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan edisi ini, baik upacara pembukaan maupun penutupan.

Tagline yang diangkat pada edisi ini adalah "Torang Bisa", yang merupakan bentuk penyemangat khas Papua. Ajang ini semula akan diadakan pada 2020, tapi ditunda ke 2021 sehubungan dengan pandemi Covid-19.

 

Editor : Agus S. Riyanto

Daerah