Pacitan Berpotensi Gempa dan Tsunami

Penulis: Heru Wicaksono

TVRINews, Pacitan

Badan Metereologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar Pemerintah  Kabupaten Pacitan segera menyiapkan skenario terburuk jika terjadi gempa dan tsunami.

Perintah tersebut langsung direspon BPBD Pacitan dengan menyiapkan tahapan dan mengambil langkah untuk mensiagakan dan mengoptimalkan unsur-unsur penaggulangan bencana.

Beberapa langkah yang dipersiapkan BPBD Kabupaten Pacitan terkait potensi gempa dan tsunami dengan mensiagakan segenap unsur yang berkaitan langsung dengan penaggulangan bencana.  Mulai dari mengoptimalkan posko bencana, menguatkan pusat informasi bencana dan menjalin komunikasi maksimal dengan komunitas masyarakat dan perangkat desa yang mempunyai potensi gempa dan tsunami. 

Secara teknis, BPBD Kabupaten Pacitan meneliti kembali jalur- jalur evakuasi, tempat pengungsian dan sarana prasarana kebencanaan seperti Early Warning System dan kendaraan logistik.

Dalam berbagai kajian, Kabupaten Pacitan memiliki potensi gempa dan tsunami. Dari hasil penelitian BMKG,  wilayah Pacitan memiliki potensi tsunami setinggi 28 meter dengan estimasi waktu tiba 29 menit, dengan potensi jarak genangan setinggi 4 hingga 6 meter dari bibir pantai. Masyarakat yang bermukim di tepi pantai harus mengungsi ke dataran yang lebih tinggi dalam waktu lima menit. 

Kepala BPBD Kabupaten Pacitan, Didik Alih Wibowo mengungkapkan, tercatat terdapat 7 Kecamatan dan 22 Desa yang berada di bibir pantai dan berpotensi terjadi gempa dan tsunami.

Warga yang bermukim di bibir pantai juga telah mendapatkan sosialisasi dan pengarahan untuk melakukan mitigasi bencana mandiri jika terjadi gempa dan tsunami.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah