Perwakilan 75 Pegawai KPK Terkejut dengan Temuan Ombudsman

Penulis: Nur Khabibi

TVRINews, Jakarta

Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menggelar konferensi pers untuk merespon hasil pemeriksaan Ombudsman terhadap apa yang mereka laporkan.

Rasamala Aritonang, salah satu pegawai KPK yang tidak lolos TWK, dalam konferensi pers tersebut mengungkapkan keterkejutannya atas temuan Ombudsman. Menurutnya, temuan tersebut melebihi ekspektasi mereka saat melapor ke Ombudsman.

"Sebenarnya kami merasa cukup terkejut, sebab temuan Ombudsman yang kami dengar langsung beberapa jam yang lalu bagi kami membongkar sesuatu yang jauh lebih dalam dan sangat serius dari yang kami perkirakan di awal laporan," kata Rasamala dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7/2021).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Ombudsman ternyata menemukan dan membuktikan adanya pelanggaran hukum yang sangat serius oleh pimpinan dalam melaksanakan alih status pegawai KPK, di antaranya pelanggaran terhadap putusan MK, pernyataan Presiden sebagai kepala negara dan lembaga eksekutif," ujar Rasamala menambahkan.

Kemudian, Rasamala melanjutkan, ada tiga kata kunci penting yang ia catat dari laporan Ombudsman. Yang pertama maladministrasi, yang kedua pelanggaran prosedural, dan yang ketiga yang penyalahgunaan wewenang.

"Terkait dengan tiga kata kunci ini, kami mempertimbangkan dan mendorong untuk upaya hukum lebih lanjut untuk memeriksa lebih jauh motif-motif apa yang mendasari dilakukannya berbagai pelanggaran serius tersebut," tutur Rasamala.

Dalam laporan hasil pemeriksaan, Ombudsman menyatakan ada beberapa pelanggaran prosedural selama persiapan pelaksanaan TWK. Salah satunya mengenai pimpinan lembaga terkait yang menghadiri rapat harmonisasi namun yang menandatangani berita acara rapat tersebut bukan tanda tangan mereka, melainkan bawahan dari masing-masing pimpinan yang dimaksud.

"Apa juga motifnya para pimpinan lembaga tidak menandatangani rapat yang mereka hadiri sendiri, tidak menandatangani berita acara rapat yang mereka hadri sendiri, ini apa motifnya?," ucap Rasamala.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah