Saksi Sebut Gus Nur Sengaja Sebar Ujaran Kebencian Berharap Viewer dan Subscriber

Reporter:Nur Khabibi 

TVRINews, Jakarta 


Sidang ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) Selasa, (23/2/2021). 

Kali ini sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa.

Saksi yang dihadirkan bernama Andika Dutha Bachari, ahli bahasa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam keterangannya di persidangan, ia menjelaskan bahwa terdakwa memang dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian karena melalui media sosial yang diharapkan mendatangkan penghasilan.

"Dalam konteks terdakwa, ditanya dalam sebuah channel YouTube, ini terjadi dalam dunia digital, sekarang itu sebagai aktivitas bisnis," kata Andika (23/2/2021).

Andika menyebut, terdakwa sangat meresapi bahwa yang dikatakannya itu ingin tersebar karena berharap viewer atau subscriber. Ketika itu terjadi, ada traffic atau subscriber maka akan ada keuntungan.

"Jadi memang ini bukan sesuatu yang tidak disengaja, tapi dilakukan dengan tujuan tertentu," ucap Andika.

Sebelumnya, Gus Nur diduga telah menyebarkan informasi berupa SARA yang menimbulkan kebencian dan permusuhan melalui kanal YouTube Refly Harun, pakar Hukum Tata Negara pada 16 Oktober 2020. Salah satu yang ia singgung mengenai perubahan  NU. 

"NU di rezim ini sudah berubah 180 derajat, penumpangnya merokok semua, yang wanita mengumbar aurat. Ini berbeda dengan NU yang saya kenal dulu," tuturnya dalam video tersebut.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah