Tim Gabungan Kembali Temukan Tiga Korban Longsor Batang Toru

Reporter: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali menemukan tiga korban dalam keadaan meninggal dunia. Dengan penemuan tersebut, maka korban bencana tanah longsor di areal Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Tapanuli Selatan menjadi delapan orang.

"Menurut laporan yang kami diterima dari BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, masih ada lima orang lainnya yang dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan resminya pada Selasa (4/5/2021).

Raditya juga mengatakan saat ini tim gabungan terus melaksanakan operasi pencarian evakuasi serta pembersihan material longsoran dengan menggunakan alat berat dan peralatan manual lainnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah hadir melakukan pendampingan posko dan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terkait pelibatan seluruh sumber daya dari lintas unsur guna penanganan darurat bencana tanah longsor.

"Tim TRC BNPB juga memberikan saran dan masukan agar seluruh komponen dapat meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Kabupaten Tapsel, mengingat ada sebanyak 14 wilayah kecamatan dalam lingkup administrasi Tapsel yang masuk dalam kategori rawan bencana banjir dan longsor," ujar Raditya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Tapsel Dolly Pasaribu memberikan apresiasi kepada Kepala BNPB Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo yang telah mengirimkan tim TRC guna membantu percepatan penanganan bencana tanah longsor.

“Mengucapkan terimakasih dan apresiasi tinggi kepada bapak kepala BNPB karena secara cepat mengirimkan tim untuk mendampingi PDB tanah longsor di Kabupaten Tapsel,” kata Bupati Dolly dalam kutipan tertulis.

Dalam rangka upaya percepatan penanganan tanggap darurat bencana, Bupati Kabupaten Tapsel juga telah menetapkan Status Tanggap Darurat bencana tanah longsor selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 April sampai 13 Mei 2021.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah