Vaksinasi Covid-19 Berdampak Positif untuk Perekonomian ke Depan

Sri Mulyani

Reporter: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta 

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah sejak awal tahun 2021 berdampak positif. Kendati demikian, beberapa indikator ekonomi bergerak secara bervariasi.

“Pada bulan Januari, PMI Manufaktur Indonesia melanjutkan tren ekspansinya di level 52,2, naik dari 51,3 pada Desember 2020. Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh ekspansi yang solid dan menunjukkan pemulihan permintaan,” kata Menkeu, Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 Periode Januari, Selasa (23/2/2021).

Hal tersebut sejalan dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus pada Januari 2021 dan mencapai USD1,96 miliar. Didukung oleh pertumbuhan ekspor, terutama pada ekspor minyak goreng kelapa sawit dan biji kakao.

Menkeu memprediksi, konsumsi rumah tangga akan menguat. Hal tersebut seiring dengan program perlindungan sosial dalam memberikan bantuan bagi kelompok berpenghasilan rendah dan rentan.

Sementara itu, indikator konsumsi listrik pada bulan Januari 2021 tumbuh positif, terutama pada kelompok rumah tangga yang tumbuh 22,4 persen (yoy). Konsumsi listrik kelompok industri juga membaik, tumbuh 2,1 persen (mtm) sejalan dengan peningkatan PMI Manufaktur.

Menurut Sri Mulyani, APBN tahun 2020 telah berhasil menahan dampak pandemi Covid-19, sebagai instrumen countercyclical atau menjaga kestabilan ekonomi APBN berhasil menahan kontraksi ekonomi lebih dalam di tahun 2020.

“Kerja keras APBN akan berlanjut di 2021 untuk melanjutkan perannya sebagai alat pendorong pemulihan ekonomi nasional. Kebijakan fiskal dan APBN 2021 yang disusun secara ekspansif dan konsolidatif digunakan secara optimal,” kata Menkeu.

Sri Mulyani berharap, program vaksinasi yang telah berjalan dapat menekan penularan dan mengembalikan kepercayaan masyrakat guna menggerakkan roda perekonomian.

Selain itu, implementasi reformasi struktral seperti penerbitan aturan turunan UU Ciptaker dan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) berpotensi mendorong peningkatan ease of doing business, penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat investasi pada periode pemulihan perekonomian.

 

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah