TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa pertemuan tingkat menteri (ministerial meeting) yang diikuti oleh 38 kepala delegasi dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta telah menyepakati dokumen bernama Jakarta Vision.
Hal itu disampaikan Menteri Ekraf dalam konferensi pers ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.
Dokumen aspirasi ekosistem ekonomi kreatif dunia tersebut rencananya akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi untuk dibahas dalam sidang Majelis Umum PBB (UN General Assembly / UNGA) akhir tahun ini.
Jakarta Vision merangkum berbagai isu krusial bagi para kreator dan pelaku ekonomi kreatif, antara lain keadilan sistem bagi hasil (fairness) di platform digital, tantangan kecerdasan buatan (AI), hingga perluasan akses pendanaan dan pasar.
Perumusan dan dorongan dokumen strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Luar Negeri.














