Zohri Akui Belum Puas dan Tampil Tidak Maksimal di Olimpiade Tokyo 2020

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Tokyo

Sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri mendapatkan pelajaran berharga dalam debutnya di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Ia harus mengakui keunggulan sprinter-sprinter kelas dunia. 

Meski gagal melaju ke babak selanjutnya, semangat Zohri untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang international tetap membara.

Zohri yang berada di heat 4 harus puas finish di posisi 5 dengan waktu 10.26 detik. Sprinter asal Afrika Selatan Gift Leotlela tercepat dengan catatan waktu 10.04 detik, disusul pelari Cina Bingtian Su (10.05 detik), Jason Rogers dari Saint Christopher&Navis (10.21 detik).

Atlet berusia 21 tahun ini mengaku belum puas dengan penampilannya di Tokyo. Meski demikian, sprinter yang menjadi juara di nomor 100m putra Kejuaraan Dunia U-20 2018 Finlandia ini mengaku masih memiliki ambisi tinggi, yakni berlari untuk menembus catatan waktu di bawah 10 detik.

“Ini pelajaran untuk saya. Semoga ke depan saya bisa lebih semangat lagi. Saya bersyukur bisa mewakili Indonesia di Olimpiade. Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia. semoga ke depan saya bisa tampil lebih baik dan memberi prestasi bagi Indonesia,” kata Zohri dalam keterangan resmi yang diterima oleh TVRINews.com, Sabtu (31/7/2021).

Ia merasa belum tampil secara maksimal karena faktor mental dan ada sedikit masalah starting block.

Dalam sesi uji coba lapangan, Zohri sebelumnya mengaku masih membutuhkan adaptasi starting block di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang. Sebab, starting block yang biasa dipakai saat latihan di Jakarta berbeda dengan yang digunakan di Olimpiade.

“Sebenarnya persiapan kurang, karena (pelatih AS) Harry Marra juga baru datang kurang dari sebulan. Jadi hanya bisa memperbaiki teknik start saya sedikit,” ujar Zohri. 

Ia mengakui telah menimba pelajaran berharga di Olimpiade. Apalagi, bisa berlari satu trek dengan sprinter kelas dunia, seperti Leotlela dan Su. Zohri sebenarnya ditargetkan mencapai peak peformance nya di Olimpiade 2024 Paris.

“Tentu saya bersyukur bisa lari bersama dengan mereka. Semoga ke depan saya bisa menyaingi dan mengalahkan mereka,” tutur Zohri. 

“Yang perlu dievaluasi mungkin soal start, akselerasi dan pertahankan kecepatan. Semoga saya bisa masuk kualifikasi dan berprestasi di Paris,” ucap Zohri.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah