Penulis: Ambika
TVRINews, Mataram
Perayaan Ibadah Jumat Agung di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Bung Karno di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung khidmat.
Pendeta Marlina Elisabeth Nova Pontewoea berpesan untuk seluruh jemaat agar Perayaan Jumat Agung menjadi ajang introspeksi diri dan menguatkan toleransi.
"Momen peristiwa wafatnya Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dengan pengorbanan diri ini merupakan titik perenungan bagi Umat Kristiani," kata Pendeta Marlina Elisabeth, Jumat (15/4/2022).
Baca Juga: Perayaan Jumat Agung, Israel-Palestina Mulai Babak Baru Bentrokan di Yerusalem
Kasih Kristus diharapkan dapat menyelimuti seluruh umat dan warga masyarakat di Kota Mataram sehingga tantangan di masa pandemi Covid-19 dapat dihadapi bersama demi Indonesia yang aman dan damai.
“Sehingga apa yang kami lakukan dalam menebarkan kasih Kristus sungguh-sungguh membawa kasih bagi setiap orang. Kita sama-sama saling mendoakan,” ujar Pendeta Marlina Elisabeth.
Antusias jemaat untuk beribadah sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya. Namun pihak Gereja tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Sejumlah Jemaat berharap Perayaan Jumat Agung mejadi momen menebar kasih dan menanamkan rasa peduli kepada sesama.
Tema perayaan tahun 2022–2023 kali ini mengoptimalkan sinergi intergenerasional GPIB dengan mengembangkan kepemimpinan misioner dalam konteks budaya digital.










