
Platform “InaExport”
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Bogor
Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan platform pelayanan satu pintu (one stop service) fasilitasi ekspor nonmigas InaExport, untuk mendorong transformasi digital.
Platform ini mengikutsertakan eksportir dalam platform perdagangan melalui sistem elektronik (e-commerce), acara daring, dan program pameran daring.
“Kementerian Perdagangan mengembangkan InaExport dengan tujuan menjadikannya sebagai platform pelayanan satu pintu (one stop service) fasilitasi ekspor nonmigas untuk menghubungkan dan mempromosikan pelaku usaha atau eksportir Indonesia ke buyer internasional. InaExport menawarkan keuntungan. Tidak hanya membantu penjualan, tapi juga pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk siap menghadapi pasar global,” Kata Wamendag Jerry Sambuaga dalam sambutannya dalam kegiatan Soft Launch InaExport yang digelar secara hibrid dari Bogor, Jawa Barat, Senin (11/4/2022).
Baca Juga: BEM SI Sebut Kericuhan Disebabkan Provokator dan Penyusup
Lebih lanjut, keuntungan bagi eksportir Indonesia berupa informasi pelatihan dan informasi terbaru pameran dagang. Para eksportir juga berpeluang besar untuk terdaftar dan ditemukan dengan mudah oleh buyer potensial di seluruh dunia.
Sementara, keuntungan bagi buyer yaitu kemudahan mengakses katalog produk dari pemasok Indonesia yang terverifikasi, mengirim inkuiri atau permintaan pembelian hanya dengan satu klik.
InaExport berusaha memberi kemudahan pengkinian data secara efektif dan efisien.
“Bersama dengan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri dan jaringan buyer, InaExport bertujuan mendukung kesinambungan bagi pertumbuhan bisnis dalam keadaan yang nyaman bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Wamendag mengungkapkan, hingga saat ini ada 11.650 pemasok terverifikasi, 6.121 produk, 534 informasi pasar, 27 kegiatan, dan 48 perwakilan internasional telah tercatat dalam sistem InaExport. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
Konsumen digital meningkat dari sebelum pandemi 69,5 persen menjadi 79,7 persen pada 2021. Penjual digital juga semakin akrab dengan perkembangan teknologi. Hal ini menunjukkan ekosistem ekonomi digital telah berada di jalur yang benar.
“Kontribusi ekonomi digital pada 2021 mencapai Rp632 triliun atau 4 persen dari pendapatan domestik bruto Indonesia. Meski angkanya relatif kecil, pertumbuhannya sangat cepat,” ucapnya.
Baca Juga: Amankan Unjuk Rasa, Polresta Mataram Sudah Lakukan Simulasi TFG
Editor: Redaktur TVRINews
